Monday, August 13, 2007

Yak Baguuss...

Hidung meler & tersumbat..




Badan anget & lemes..




Suara bindeng..


hua.. selamat, gw telah diresmikan terkena flu


(sumpah ga penting banget ni post)

-haha-

Friday, August 10, 2007

Link Foto2 Bandung

Maaf ya kalo lama,,
untuk teman2 yang berkepentingan, ni link foto2 di bandung kemaren :

http://www.flickr.com/photos/10696450@N07/

enjoy! hehe,, jalan2 lagi dong.. :)

Monday, July 30, 2007

Hmm.. bosan!

Semester pendek tinggal 1x pertemuan lagi, terus UAS..
Les Prancis tinggal 2x pertemuan lagi, terus UAS..

Ayo Dis, semangat! Jangan loyo diakhir perjuangan!
Semangat!
SEMANGAT!
SE-MA-NGAT!



Ayo belajar!




hhh....
tapi bosen nih belajar mulu,, kapan selesainya sih?
haha, padahal lagi SP, semester pendek, haha..

Kyknya gara2 yang dipelajari itu2 aja deh, kalkuluuuss mulu, butek.. :(

hhh... tapi, tinggal dikit lagi nih,, ibaratnya kalo di lomba lari, justru sekarang saatnya sprint.
.
.
.
.
...
tapi kalo udah keburu keabisan nafas duluan gimana dong?

haa...

Ayo semangat dis!!!
Dikit lagi kok!



-yeah."semangat"!-

Sunday, July 29, 2007

Battle of God

Sebelumnya gw minta kebesaran hati orang2 yang mau baca post ini, krn mungkin akan ada yang tersinggung. Gw mohon maaf dulu nih, gw ga maksud untuk menyudutkan suatu pihak, cuma pengen ngungkapin isi otak aja. Gw tadinya mikir2, apakah tulisan ini layak untuk di post ke blog, krn takut ada yang tersinggung, tapi yah, gw coba menulis dengan sehalus mungkin,dan gw pengen tau pendapat orang lain ttg hal ini. Mudah2an ga ada yang tersinggung. (wah, gw pake kata “tersinggung” banyak juga ya)
Peace yo.. (n_n)v

Belakangan ini kan lagi marak2nya persaingan dalam skala besar. Ada pemilihan kepala daerah Ibukota tercinta, dan ada pemilihan idola baru dunia musik. Dua-duanya, diakui atau tidak, menurut saya, adalah persaingan yang berpengaruh besar kpd kehidupan masyarakat sekitarnya. Setidaknya pastilah topik itu muncul dalam pembicaraan dengan rekan sejawat. (halah, bahasanya oke bgt), dan tiap orang pasti punya pilihannya masing2. Dan sampai sini, semua masih oke2 saja.

Tapi saat semuanya melebar, saat tiap kandidat mulai melancarkan jurus2nya, saat tiap unsur kehidupan dikaitkan dengan persaingan, keadaan jadi sedikit memburam. Tersebutlah Tuhan yang dipercayai masing-masing, yang dikatakan sebagai pendukung tiap kandidat. Hmm.. Sebagai warga sebuah negara yang berlandaskan Ketuhanan, keadaan ini dapat diartikan sesuatu yang baik. Keadaan ini dapat diartikan bahwa tiap kandidat dekat dengan Tuhannya. Tapi dapat juga diartikan seusuatu yang kurang baik, kedekatannya dengan Tuhan itu bisa saja dibuat-buat hanya untuk menarik simpati pendukungnya.

Itulah yang menurut saya agak kurang layak jika dikait-kaitkan dengan persaingan antar manusia. Hidup di negara yang berslogan "Bhineka Tunggal Ika", yang dikatakan memiliki berbagai macam suku bangsa (dan tentunya agama) yang beragam, tapi harus tetap bisa bersatu, tentu masyarakatnya diharapkan memiliki rasa toleransi yang tinggi. Menurut saya, segala sesuatu yang berpotensi memicu konflik, harus dihindari. Dan, lagi-lagi menurut saya, membawa unsur Tuhan di dalam sebuah persaingan, tampaknya agak kurang pantas.

Misalnya, dua orang yang bersaing memiliki kepercayaan yang berbeda. Saat seorang kandidat berkata "Saya menang atau kalah, itu adalah keputusan terbaik Tuhan saya", Lalu kandidat yang lain juga berkata "Apapun keputusannya, adalah keputusan terbaik dari Tuhan saya".. Nah lo, bingung kan.. Dalam pikiran saya, ini seperti menjadi persaingan antar Tuhan. Tuhan yang dipercayai kandidat A, dengan Tuhan yang dipercayai kandidat B. Keputusan Tuhan yang mana yang tebaik? Dalam pikiran saya, setiap kandidat pasti ingin menang, dan apakah berarti Tuhan yang dipercayai si kandidat yang menang itu yang paling benar? Hmm.. Kalau dipikirkan bisa memicu konflik beragama lho.. Bahaya.. :D

Kecenderungan masyarakat Indonesia adalah, kebanyakan memilih tidak berdasarkan kualitas kandidat yang relevan dengan tema kompetisinya saja, tapi memilih karena alasan2 yang kadang tidak ada hubungannya dengan kompetisinya. Bisa saya contohkan, seorang teman memilih kontestan pilihannya dalam sebuah kompetisi menyanyi, karena kontestan itu agamanya sama dengan dia. Hmm... Gimana ya? Yah ga salah juga sih, tapi kan menurut saya, itu kurang relevan dengan kompetisinya. Kompetisi menyanyi, seharusnya pemenangnya adalah seorang yang memiliki kualitas lebih dalam hal menyanyi. Jadi menurut saya, yang seharusnya menjadi prioritas pertimbangan memilih seorang pemenang, adalah, ya kemampuan orang itu dalam menyanyi. Jika kebetulan memiliki agama yang sama, yah tidak ada yang salah dengan itu. Jika ia berbeda agamanya juga toh tidak apa-apa kan? Kompetisi menyanyi, juaranya adalah orang yang jago nyanyi. Klop kan.

Mmm.. memang jika seseorang itu benar dekat dengan Tuhan, pasti unsur itu selalu melekat dalam kehidupannya, tidak dapat dipisahkan. Tapi itu juga yang membuat saya merasa, tidak perlu ucapan lisan "Saya dekat dengan Tuhan" diobral ke publik. Jika seseorang benar dekat dengan Tuhannya, pasti akan terlihat dalam kehidupannya, perilakunya, kata-katanya, dan segala tingkah lakunya. Karena menurut saya, Tuhan telah mengatur sedemikian rupa sehingga akan terlihat kedekatan seseorang dengan-Nya, tanpa harus berkata-kata. Tuhan pasti punya rencana yang terbaik.

Menurut saya, hubungan seorang makhluk dengan Tuhannya, adalah hubungan yang pribadi dan sakral. Dalam arti, yah,, yang tau keadaan sebenarnya hanya Tuhan dan diri orang itu sendiri. Karena itu saya tidak merasa ada perlunya mengumbar2 hubungan itu dengan orang lain, apalagi khalayak ramai. Yah, kalau ada orang yang melakukannya, (mengumbar2kan perihal hubungannya dengan Tuhan), yah silahkan saja. Tapi toh, orang lain tidak pernah tau apakah yang dikatakan orang tsb benar atau tidak. Orang itu bisa saja berbohong, yah itu urusan orang itu dengan Tuhan. Tapi, jika dengan kebohongannya itu menyesatkan orang lain, kan jadi dosa (lagi2 urusan orang itu dengan Tuhan) dan kemungkinan akan merusak kehidupan orang lain. Nah, yang terakhir ini kan urusannya panjang.

Intinya, saya merasa agak kurang pantas saja, jika seorang yang sedang dalam sorotan banyak mata, yang memerlukan dukungan dari banyak pihak, menggunakan unsur kedekatannya dengan Tuhan (yang dapat sekali dicurigai) sebagai jurus memperoleh simpati. Jika memang dekat dengan Tuhan, pasti kelihatan kok, jika masyarakat tidak melihatnya, well, mungkin itu salah satu keputusan Tuhan juga, yang punya jalan lain untuk Anda.. Lagipula, tujuan sebenarnya Anda dekat dengan Tuhan tidak untuk mencari simpati kan? Tuhan pasti punya rencana yang terbaik. Bener ga?

-fyuh,,-
PS : Minta pendapatnya dong, tulis di comment ya.. Thanks before..

Monday, July 23, 2007

Another Bliss..

Kemarin, gw sekeluarga besar makan siang bareng di Restoran Yurako di daerah Kebayoran Baru. It was nice, yah agak hectic dikit, maklumlah rombongannya banyak bawa anak kecil, haha..

Terus habis itu, kita bareng2 ke Johan Photo Studio, rencananya mau foto kakek gw sama cucu2nya, hehe, cucu2nya udah pada janjian pake baju sama,, Nah disana kita masih harus nunggu dulu. Diantara proses nunggu itu, yang gede2 ngobrol2, becanda2, yang kecil2, lari2 sana-sini, duduk2 di tangga, halah, tu ruang tunggu jadi penuh deh pokoknya.

Trus udah, akhirnya giliran rombongan kita, masuklah para anggota ke studionya. Hiya lo,, kayak kumpulan kelereng lepas :D. Seragam2 gitu, baju putih-biru garis2, kecil2 berseliweran, untung pas udah mau foto ketemu semua, kalo ada yang nyempil kan gawat :D..

Dan dimulailah proses pemotretan. Jadi, kakek gw punya 12 cucu. Yang tertua umur 22 tahun ini, dan yang terkecil umur, emm.. brapa ya? antara 2-3 taunan gt deh, hehe, maaf deh, umur sndiri aja mungkin gw bisa lupa kalo ga afal taun kelahiran :D. Long story short, jadi di studio foto itu cuman ada 4 orang yang umurnya 17 tahun ke atas; kakek gw, kakak gw, gw (yay! :D), ama sodara gw 1 lagi. Yang berkisar kelas 5 SD - 1 SMP ada 3 orang. Yang kelas 1-2 SD ada 4 orang. Nah sisanya dibawah itu. Semangatlah mas2nya ngatur pose. Yang udah ngerti sih oke2 aja, masi bisa diatur (walau pegel..) Nah yang kecil-kecil ? Semangatlah mas2nya ngatur pose. (n_n) Biar smua pada ngeliat ke kamera, orang fotonya pegang boneka Nemo, digoyang2in tiap kali mau nge-shot, haha, smangat yah.. Yang paling kecil tiap abis di shot, lari ke ibunya. Haha, padahal kan ga cuman sekali shot.. Wah seru deh pokoknya.. :D

Nah those kinda moment I cherish, seru banget, dan gw bersyukur banget punya keluarga kayak keluarga gw, Alhamdulillah, terima kasih ya Allah for this another amazing bliss.

Di perjalanan pulang, gw ga brhenti bersyukur dan mikir, betapa beruntungnya gw, punya keluarga yang orang2nya asik. Orang2 itu yang bakal nerima gw apa adanya. Orang2 itu yang bakal ngedukung gw apapun keputusan gw. Orang2 itu yang siap bantuin gw kapanpun. Kepada orang2 itu gw bisa ngungkapin sayang tanpa harus ada alasannya, tanpa harus malu2. Terimakasih sekali lagi ya Allah..

-senang!-