Saturday, February 23, 2008

Pilihan Konyol

Jika suatu saat kau dihadapkan pada sebuah pilihan,
sebuah pertanyaan mendasar yang sebetulnya sangat sederhana,
"Pilih Tuhanmu atau pasanganmu?"
kuharap kau menggunakan akal sehatmu
dan tidak membuat sebuah pilihan yang konyol..

Akan kubeberkan beberapa alasannya,
mumpung aku tidak sedang dalam keaadan dilema seperti diatas,
mumpung aku sedang bekerja menggunakan logika,
sekalian memberi sedikit perenungan bagi kau yang sedang mengalami dilema,
dan sebagai pengingat jika aku suatu saat nanti mengalami dilema..

Ada berjuta-juta orang di dunia, tapi hanya ada satu Tuhan.
beribu-ribu perempuan/laki-laki potensial, dan tetap hanya ada satu Tuhan.
Jika kau kehilangan pasanganmu, tapi kau dekat dengan Tuhanmu,
Tuhan bisa dengan mudah menyediakan kembali seseorang untukmu.
Tapi jika kau kehilangan kedekatanmu dengan Tuhan,
bisakah seseorang mencarikanmu Tuhan baru?

Jika kau kehilangan pasanganmu,
kemungkinan kau akan menyesal,
bersedih dan sengsara selama.. 1 minggu? 1 tahun?
atau kemungkinan terburuk, seumur hidupmu.
Jika kau kehilangan Tuhanmu,
kau akan sengsara seumur hidupmu di dunia... dan akhirat...
dan hanya Dia yang tahu berapa lama siksaan terhadapmu akan berlangsung,
dan hanya Dia yang mampu menolongmu,
pertanyaannya adalah..
maukah Dia menolongmu?
sudikah Dia peduli terhadap seorang hamba yang tidak dekat denganNya
dan tidak tahu berterimakasih?
sudikah kamu menolong seseorang yang tidak dekat denganmu
dan tidak tahu berterimakasih?

Ketahuilah, Tuhan tidak perlu ibadah kita,
Tuhan tidak perlu semua amal kita,
kitalah yang perlu Tuhan,
kita seperti makhluk kecil yang terdampar di sebuah lahan besar dan luas,
dan Tuhan sangat berbaik hati untuk terus memperhatikan kita,
Ia bahkan memberi kita sebuah pegangan, semacam "guide book"
tentang bagaimana menjalani hidup yang baik,
hidup yang dijamin akan selamat.

Kalau si makhluk kecil itu menolak mengikuti petunjuk2 itu,
apakah Tuhan yang rugi?
apakah Ia yang akan uring-uringan dan stress ?
Tidak.
Tuhan tidak perlu kita,
jika Ia mau, Ia bisa saja mengganti kita dengan makhluk yang lebih patuh.
hal itu sangat mudah bagiNya.

Lalu?
apakah pasanganmu bisa menandingi Tuhan?
apakah pasanganmu bisa menyediakan petunjuk untuk hidupmu?
apakah pasanganmu bisa menjamin hidupmu akan bahagia?
apakah pasanganmu bisa menyediakan rezeki bagimu selama 1 hari saja?
apakah pasanganmu bisa menjamin dirimu masih akan hidup 1 detik setelah ini?
apakah pasanganmu bisa menjamin dirinya masih akan hidup 1 detik setelah ini?
apakah pasanganmu bisa menandingi Tuhan?
bukankah ia hanya sebuah makhluk kecil juga?

Lantas?
apa lagi yang perlu kau pikirkan?

Pilihlah pasanganmu berdasarkan petunjuk Tuhan,
jangan memilih Tuhan berdasarkan pasanganmu,
atau siapapun itu.

Jadi,
Jika suatu saat kau dihadapkan pada sebuah pilihan,
sebuah pertanyaan mendasar yang sebetulnya sangat sederhana,
"Pilih Tuhanmu atau pasanganmu?"
kuharap kau menggunakan akal sehatmu
dan tidak membuat sebuah pilihan yang konyol..

-Renungan-

Birokrasi oh birokrasi

Siapa sih yang kepikiran buat ngasih izin masang baliho segede2 bagong
di Sabtu siang di jalan yang ramenya Subhanallah??

Gile gile gile,
macetnya amit2.

Kalau dalam pikiran gw sih,
masang baliho bgituan kan mestinya bukan sesuatu yang urgent
kenapa ga masangnya malem2 aja sih?
waktu ga banyak mobil yang lewat,
jadi ga banyak orang yang dirugikan,
dan mengurangi jumlah umpatan dan dosa orang juga kan?

masalahnya,
namanya orang pasti maunya yang enak2 aja,
dan urusan kerugian orang lain di-nomor-sekian-kan,
kalau bisa masang siang, kenapa mesti malem2?
kalau boleh masang siang, kenapa mesti malem2?

dan gw ga bisa nahan u/ mikir
ada permainan uang dibalik ini.
(ciah, gile deh pikirannya ;p )

ah au ah
ribet mikirin bginian
macet nih!

-Bin!Bin!AdaApaSihDiDepan?-

Wednesday, February 20, 2008

Hari ini..

Sepertinya hari ini gw banyak berbuat dosa,
Astagfirullahalaziim

Kayaknya hari ini gw banyak bikin kesel orang,
dan parahnya itu orang2 terdekat gw..
Astagfirullahalaziim..

Ya ampun, perasaan gw ga enak banget,
Kesel2an sama orang tu ga enak.
Terutama sama tmen lo sendiri,
Dan ga selamanya tu perasaan bisa lo sembunyiin,
ga selamanya lo bisa nutupin rasa kesel lo itu,
menelan bulat2 semuanya, dan memendamnya dalam hati,
lalu berlagak semua tidak ada apa2

---
Lo ga harus ngalah,
Gw ga pengen lo ngalah,
ini bukan pertandingan kok..
---

Dan gw ga marah, hanya kecewa,
mungkin ini salah gw juga, mengharapkan suatu yang ga pasti,
boleh kan seseorang kecewa?
boleh dong gw kesel sekali2,

Maaf ya,
gw ngertinya baru di akhir2,
gw emang ga mikir panjang,
i didn't put myself in your situation,
tp skarang udah kok..
gw lebih ngerti keadaan lo,
setidaknya gw pikir begitu,,

maaf ya gw menempatkan lo di situasi yang sulit,
maaf ya gw seperti memaksakan kehendak gw,
maaf lo harus terpaksa ngikutin kemauan gw,
yea, dan jangan mengelak,
gw tau lo terpaksa.. :(


duh,
semoga kejadian ini ga bikin kita renggang,
dan kalaupun iya, semoga bisa diperbaiki lagi,
gw bner2 ngerasa kayak orang2 di The Sims,
he,, dan hubungan gw sama lo lagi "merah" ni sekarang,
hix, semoga bisa "ijo" lagi deh..

karena lo tmen gw,
and you're one of the best one, :)
dan gw ga bisa kehilangan tmen.
ga bakal tahan gw, gile,
kalo ga ada tmen, kayak gimana hidup gw ya?
miserable kayaknya..

Haa... ada tombol "undo" ga sih di hidup ini?

-huhu..-

Saturday, February 16, 2008

Finally..

I hope it's for the best.
I think it's for the best.
God, please help me get through
this phase of my life safely..

I'm very proud of my mom.
She just made a very big decision.
Please take care of us, Dear God..
For that, and for all your blessings
all i can say is thank You with all my heart,
yet i know it's not enough..

Semangat!!!

Hayo Dis,
makin banyak nih tanggung jawab lo,
makin banyak yang harus dkerjain..

Ayo semangat!!
there's no time to waste.

Kalau hidup ini diibaratkan game,
gw mau naik level nih kayaknya..
hehe..

Kan seperti omongannya Pak Rhenald Kasali;
"Kalau jalan hidup ini terasa berat,
berarti kita sedang menanjak"

-Semangat!!!!-